Chasing Liberty
"Beruntunglah orang-orang yang masalah terbesarnya adalah urusan cinta"
Is it? Ato itu hanya pembelaan orang-orang yang mencoba menghibur diri sendiri karena kenyataannya memang itulah masalah terbesar mereka sekarang.
Tepatnya 7 bulan 20 hari yang lalu. Jessica Suriadiredja jatuh cinta pada Mr.X (yah, mari kita sebut saja Nimo,huahahaha..gue emang pecinta icha bgt!). Dia jatuh bangun jatuh bangun dan jatuh lagi.. Dan gara-gara dia gue kembali mempermasalahkan dan menuliskan topik cin***ta.
"Rasanya seperti dilempar setelah diterbangkan ke langit ke-7, lalu dilempar lagi"
"Yaudah sekarang kamu harus lebih sabar dan lebih ngertiin dia lagi beserta alasannya menggantungkan hubungan kalian", kata Arfi temen gue yang notabene berbintang sama-sama aries tp jauuuhhhh lebih sabar dari gue.
"Udahlah Jess,maybe he’s just the wrong guy who said all the right things at the right time! Get your life back here, come on girl!!" Ugh, agak kasar memang. Tapi si Jess ini bener-bener dehhhh.
I mean
Do we girls do the 'chasing' thing?
"Emang lo gak pernah ngejar cowo ti?" tanya nudy yang tiba-tiba buat gue mikir. Pernah gak yah.. hmmm..
"Ya kalo dibilang ngejar nggak juga sih. But i do send some signals. Beda dong ama chasing"
"Yea me too, pernah nih tiba-tiba cowo yang lagi deket ma gue bilang gue lagi ngejar dia. Gue langsung pasang tampang dude-get-real-i'm-just-giving-you-signs-take-it-or-leave-it"
Tapi mungkin prinsip Jess adalah : always trying to be perfect for him.
Sebenarnya cinta dan kepasrahan Jess adalah sesuatu yang sangat tulus dan indah. I admire her for that.
And i do realize we can't be smart and in love at the same time. Totaly acceptable.
Tapi beberapa bulan jess? dan total air mata lo yang bergalon-galon itu buat gue men-state 199% LOVE IS BLIND
Okay let's say u're right
Kejarlah dia, dan dia tertangkap
Setelah tertangkap, Here's my questions for you boys :
Apakah anda senang menjadi peran yang dikejar?
Apakah benar anda memegang prinsip 'hard to get hard to let go', berarti apakah 'easy to get easy to let go'?
Bukannya pesimis, hanya mencoba berpikir kemungkinan terburuk. Yang gue takutin tuh kalimat terakhir itu lho
Bukannya dimana-mana cowo yang ngelamar cewe? Dari situlah kita harus agak behave kan? (Oh please do tell me if i was wrong) ya ngga gengsian juga sih. Tapi lebih kepada tau kapan harus berhenti memberikan sinyal, berhenti berharap dan berhenti menyiksa diri sendiri dengan menunggu seseorang yang mungkin bahkan nggak mikirin kita.
Kita cewe emang kadang suka ngga bisa mikir 'move on' pasti 'stuck and talk bout it over and over again'. Apa kita sudah waktunya kita berpikir sedikit kayak cowok? Mulai move on, have fun with our self, manjain diri, rawat diri, gena geni (gebet sana gebet sini,red). Dan berpikir "Dia sangat terlihat tanpa beban dan gue terlihat babak belur karena dia. So, I cant blame anyone but myself for being such an idiot!"
Huff... this is hard
Dan lagi-lagi kita harus mengambil keputusan bijak.
Mungkin sudah waktunya kita belajar bahwa segala sesuatu terjadi buat suatu alasan, dan mungkin Nimo ada supaya Jess (and all of us) belajar hal-hal itu. We've got to learn that if something are ment to be, then there’s got to be something that are not ment to be.
As simple as that, just like 1…2…3…










Recent Comments